Mengenal Extraterrestrial Highway, Jalan Raya Yang Dianggap Sering Dilalui Alien


Jauh di gurun Nevada, di hamparan kesunyian, membentang sebuah jalan raya dari State Route 318 di Crystal Springs hingga US Route 6 di Warm Springs. Ini adalah Nevada State Route 375, sejak tahun 1996, jalan raya ini populer disebut sebagai “Jalan Raya Ekstraterestrial” (Extraterrestrial Highway) karena tak terhitung banyaknya laporan klaim penampakan UFO di sepanjang rute ini. Continue reading

Image

Konsep Perjalanan Waktu dan Teori Relativitas Einstein

Apakah anda pernah menonton film Back to the Future, Looper, Star Trek, dll dimana anda akan melihat adegan time travel atau perjalanan waktu? Apakah mesin waktu itu mungkin? Bagaimana bisa terjadi? Semua ini berawal dari teori relativitas yang dikemukakan oleh Albert Einstein. Apa sih teorinya? Mari kita simak sama-sama.


Continue reading

Wow! Sebentar Lagi Bumi Memiliki Dua Matahari

Setidaknya saat ini ada 3 pemberitaan dengan berita utama yang hampir sama. Beritanya menarik loh. Dalam ketiga berita tersebut, disebutkan Bumi tak lama lagi akan memiliki “Dua Matahari”.


BIntang maharaksasa Betelgeuse yang dipotret oleh VLT milik ESO pada panjang gelombang dekat infra merah. Kredit : ESO / Perre Kervella

Salah satu berita menyebutkan Betelgeuse akan mendekat dan supernova mencapai Bumi sebelum tahun 2012 ketika si bintang meledak. Di berita lainnya disebutkan menurut prediksi Brad Carter, dosen fisika senior dari University of Southern Queensland, Australia, saat Betelgeuse meledak sebagai supernova ia akan sangat terang sampai-sampai malam akan menadi seperti siang hari selama satu atau dua minggu.

Nah menarik kan? Apalagi disebutkan bintang maha raksasa merah di Rasi Orion itu akan “meledak” dan tampak seperti “Matahari” akhir tahun ini… ok.. artinya.. kita akan melihat “bintang terang laksana Matahari di tahun 2012. Artinya lagi, apa ini ada kaitannya dengan isu kiamat. Oh la la…

Continue reading

Tipuan Mata Terbesar Dijagat Raya

Kalau teman-teman keluar pada malam hari dan mengarahkan pandangan kelangit, kalau langit sedang cerah, tentunya kita akan bisa melihat bintang-bintang bertaburan di angkasa raya

Pernahakah  kita bayangkan bahwa bintang2 itu sebenarnya adalah matahari, seperti matahari yang kita miliki di tata surya kita. Karena begitu jauhnya jarak matahari itu dengann bumi kita, maka ia keliatan sangat kecil dan berkedip2. Tapi, sesungguhnya bintang2 itu berbentuk seperti matahari. Bahkan banyak yang ukurannya jauh lebih besar dari matahari kita.

Angkasa Luar:

Matahari yang kita miliki ini diameternya sekitar 200 kali bumi. Isinya adalah gas hydrogen yang sedang bereaksi secara termonuklir menjadi gas helium. Sedangkan bintang2 itu ada yang berpuluh kali atau bahkan beratus kali dibandingkan dengan besarnya matahari kita. Yg paling besar yang pernah ditemukan bahkan mencapai sekitar 500 kali matahari, alias 100 ribu kali besarnya bumi yg kita diami

Perbandingan Bintang Terbesar Vy Canis Dengan Matahari:
Begitu besar ukurannya, tetapi keliatan demikian kecilnya. Ya, semua itu karena jarak bintang2 itu sangat jauh dari bumi. Contoh saja jika dalam ilmu astronomi mengatakan, jarak bintang itu sekitar 8 tahun cahaya. Apakah artinya? Artinya, cahaya saja membutuhkan waktu tempuh 8 tahun untuk menuju bintang yang paling dekat. Jadi kalau dikalkulasikan dalam kilometer…..
Cahaya Bintang:
Kecepatan cahaya adalah 300.000 km per detik. Jadi kalau cahaya membutuhkan waktu 8 tahun untuk sampai ke bintang itu, berarti jaraknya adalah 8 th x 365 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik x 300.000 km = 75.686.400.000.000 km atau sekitar 75 triliun kilometer. Sungguh jarak yg tak terbayangkan dalam kehidupan kita!!
Galaksi:
Jumlah bintang di alam semesta ini triliunan. Setiap 100 miliar bintang membentuk gugusan yg bernama Galaksi. Gugusan bintang yg kita tempati ini bernama Galaksi Bimasakti. Di sebelah Bimasakti ini ada Andromeda dan seterusnya. Ada miliaran galaksi di jagad semesta ini. Dan yang lebih dasyat lagi, setiap 100 miliar galaksi membentuk gugusan galaksi yang disebut Super-Cluster, dan seterusnya. Jagad semesta ini belum diketahui batasannya
Galaksi:
Berapakah jarak gugusan bintang2 itu? Bermacam2. Ada yang berjarak 100 tahun cahaya. Artinya cahaya saja membutuhkan waktu 100 tahun. Ada yang 1000 tahun cahaya. Ada juga yang 1 juta tahun cahaya. Dan yang paling jauh diketemukan oleh ilmuan jepang berjarak 10 miliar tahun cahaya. Ya. cahaya saja membutuhkan waktu 10 milyar tahun. Apalagi kita, usia kita tak ada artinya apa2 dibanding kan dengan kebesaran alam semesta ini.
Supercluster:

Jadi pernahkah anda membayangkan, bahwa matahari yang kita liat ini adalah matahari yang kita liat 8 menit yg lalu? Bukan matahari yang sekarang. kenapa demikian? Ya. Karena sinar matahari memerlukan waktu 8 menit untuk mencapai bumi, yang berjarak 150 juta kilometer dari matahari. Berarti, matahari yang kita lihat pada saat itu adalah matahari 8 menit yang lalu! aneh bukan!? itu dikarenakan cahaya juga membutuhkan waktu untuk sampai ketempat tujuan
Cahaya Matahari:
Tidak berbeda dengan bintang 2 yang berjarak lebih jauh lagi. Kalau kita sedang mengamati bintang berjarak 100 juta tahun cahaya, maka sebenarnya bintang yang sedang kita amati itu adalah kondisi 100 juta tahun yang lalu!!
Jadi dengan kenyataan seperti itu jika kita memandangi langit malam saat itu maka sebenarnya kita bukan melihat langit yang sekarang saja. Tetapi pada saat yg bersamaan kita sedang melihat langit sekarang, langit 1000 tahun yang lalu, langit 1 juta tahun yang lalu dan bahkan langit 10 miliar tahun yg lalu ……………. SUBHANALLAH……….
Kesimpulan:
Sungguh Sebuah Keajaiban Besar Dijagad Raya Yang Merupakan Sebuah Maha Karya Dasyat Allah S.W.T Di Alam Semesta Ini
🙂

Sumber : Buku Pusaran Energi Ka’bah oleh Agus Mustofa

Gerhana Bulan Terlama akan Lintasi Indonesia 16/06/2011

Kamis (16/6/2011), masyarakat Indonesia, Insya Allah, dapat menyaksikan fenomena alam berupa gerhana bulan total (GBT). Gerhana ini tepatnya akan terjadi Kamis sekira pukul 01:22 sampai dengan 05.30 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Masyarakat dapat menyaksikan gerhana cukup lama karena diperkirakan akan memakan waktu cukup lama. ” Puncak gerhana itu sendiri diprediksi akan terjadi tepat pukul 02.22 sampai dengan pukul 04.30,” kata Pengamat Bintang Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Evan Irawan Akbar.

Dia menegaskan, gerhana bulan total ini terjadi ketika bulan, bumi dan matahari berada pada satu garis lurus. Meski fenomena ini terjadi setiap tahun, namun beberapa di antaranya tidak bisa disaksikan di tempat-tempat tertentu. Gerhana bulan total yang akan gterjadi 16 Juni mendatang hampir semua wilayah di Indonesia dapat mengamatinya. ” Ada beberapa bagian yang tidak tidak mengalami seluruh fase gerhana. Hanya pada prinsipnya kita bisa melihat secara jelas.”

Ketika gerhana ini memasuki puncaknya, demikian Evan, kondisi bulan akan benar-benar tertutup dan masyarakat akan melihat latar belakang bulan yang bernuansa kemerah-merahan. Warna tersebut, lanjut dia, terjadi akibat pembiasan cahaya matahari ketika menembus atmosfer bumi.

“Melalui fenomena yang luar biasa tersebut kita dapat melihat kualitas atmosfer bumi saat ini. Gerhana nanti sangat menakjubkan.

Sumber :

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/06/15/insya-allah-kamis-dinihari-ini-terjadi-gerhana-bulan-total

http://exelsa.usd.ac.id/modules.php?mod=0e471277bcb9216638725261c5a05e48&act=ndetail&nid=136

objek Tertua Di Alam Semesta Saat Ini

 

 

Satelit Swift milik Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) merekam obyek tertua dan terjauh yang berhasil terekam sejauh ini. Obyek tersebut berupa ledakan energi dari sebuah bintang yang mati. Keberadaan obyek tersebut terdeteksi pertama kali pada 23 April lalu. Swift merekam pancaran sinar gamma yang diperkirakan dari ledakan yang menghasilkan radiasi tinggi.

Stasiun Bumi kemudian diarahkan untuk mengamati cahaya pendar di sekitarnya yang terbentuk sebagai hasil radiasi. Ledakan tersebut hanya berlangsung sekitar 10 detik dan terjadi pada 630 juta tahun sejak alam semesta diperkirakan terbentuk. Hasil perhitungan menunjukkan cahaya pendar yang terekam telah menjelajahi antariksa selama 13,1 miliar tahun cahaya hingga terekam saat ini. Usia obyek tersebut lebih tua dari rekor obyek tertua sebelumnya, 100-200 ratus juta tahun.

Pakar astrofisika NASA, Neil Gehrels, menyatakan, ledakan bintang mati tersebut akan menghasilkan lubang hitam. Umur bintang itu sendiri diperkirakan sejuta tahun dan ukurannya 30 kali Matahari saat meledak.

Sumber :

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7881728

10 Eksoplanet yang Menakjubkan


Dari perspektif astronomi, tidak ada tempat seperti bumi. Bumi memiliki semua yang kita perlukan: almosfer untuk bernapas, persediaan air yang berlimpah, dan iklim yang cukup. Namun hal tersebut tidak membuat para ilmuwan berhenti mencari planet-planet di luar sana. Salah satu penemuan planet tersebut adalah Eksoplanet, yaitu planet yang berada di luar tata surya kita. Hingga kini, NASA telah menentukan sedikitnya ribuan yang dinyatakan sebagai eksoplanet. Di sini akan ditampilkan 10 eksoplanet yang paling menakjubkan ..
10. Gliese 876 D


Gliese 876 D atau dikenal dengan Goldilocks planets merupakan planet yang menyerupai bumi. Planet ini memiliki permukaan berupa air mendidih. Planet ini memiliki suhu permukaan mencapai 369 derajat Celcius. Massanya 7,5 kali massa bumi. Sekali kita dapat mencapai planet ini, berarti kita akan masuk ke dalam wilayah gas dengan konsentrasi tinggi.

 

9. Gliese 581 C

Ketika para ilmuwan menemukan Gliese 581 C pada 2007 sempat terpikir bahwa planet ini dapat ditinggali makhluk hidup karena memiliki karakteristik yang mirip dengan bumi. Gliese 581 C merupakan eksoplanet terkecil yang pernah ditemukan dan komposisinya didominasi oleh bebatuan. Planet ini memiliki molekul air dalam wujud cair.

 

8.Gliese 581 G

Gliese 581 G merupakan planet menyerupai bumi yang ditemukan di luar tata surya kita. Dengan jarak 20 tahun cahaya, planet ini menjadi eksoplanet terdekat yang pernah ditemukan. Dengan ukurannya yang 3-4 kali ukuran bumi, permukaannya diselimuti oleh daratan dan memungkinkan memiliki atmosfer yang cukup untuk ditinggali.

 

7. HD 40307 B

HD 40307 B merupakan planet yang kecil, gelap, dan letaknya jauh dari bumi. Para ilmuwan memprediksikan massa HD 40307 adalah sekitar 4,2 kali massa bumi. Belum diputuskan zat yang mendominasi planet ini bebatuan atau gas. Jaraknya 41 tahun cahaya.

 

6.MOA-2007-BLG-192-L B

MOA-2007-BLG-192-L B memang tidak memiliki nama yang mudah sebagai eksoplanet, namun planet ini sangat menarik. Massanya 3 kali lebih kecil dari bumi. Orbit planet terhadap bintangnya lebih kecil daripada bumi terhadap matahari. Bintangnyapun kecil sehingga sulit mencegah reaksi fusi antara keduanya. Planet ini terdiri atas gas seperti Neptunus namun memiliki temperatur seperti bumi.

 

5.GJ 1214 B

Planet GJ 1214 B memiliki air yang dapat menunjang kehidupan. Para ilmuwan mendeskripsikan planet ini sebagai planet raksasa dengan laut-laut dalam yang panas. GJ 1214 B berlokasi sekitar 41 tahun cahaya dari bumi.

 

4.HD 7924 B

Tidak banyak diketahui tentang HD 7924 B, namun menarik untuk diteliti. Lokasinya 54 tahun cahaya. Planet ini memiliki massa yang rendah namun memiliki permukaan bebatuan dan terdapat sedikit gas. Walaupun permukaannya berupa bebatuan, planet HD 7924 B terlalu panas untuk mendukung kehidupan.

 

3.OGLE-2005-BLG-390L B

OGLE-2005-BLG-390L B berjarak 28.000 tahun cahaya ke luar tata surya kita. OGLE-2005-BLG-390L B memiliki massa sekitar 5 kali dari bumi. Jika kita berkunjung ke planet ini, kita harus membawa baju musim dingin yang sangat tebal karena suhunya sekitar -220 derajat Celcius.

 

2.Epsilon Eridani B

Dengan jarak 10 tahun cahaya, Epsilon Eridani B merupakan planet yang sanget menakjubkan. Walaupun begitu Epsilon Eridani B sangat tidak disarankan untuk dihuni. Tidak hanya memiliki gas sebanyak Jupiter atau Saturnus, planet ini memiliki orbit yang sangat dekat dengan bintangnya. Maka dari itu, temperatur permukaannya sangatlah ekstrem.

 

1.Kepler 11 F

Tahun 1991, para ilmuwan menemukan eksoplanet Kepler 11 F. Kepler 11 F memiliki massa sekutar 2,3 kali massa bumi. Namun Kepler 11 F memiliki kerapatan yang lebih rendah daripada bumi. Hal ini berarti komposisi planetnya sangat jauh berbeda dengan bumi.

 

 

Bulan Akan Semakin Dekat Dengan Bumi Tanggal 19-03-2011

Dongakkan kepala Anda ke arah langit malam, Sabtu 19 Maret 2011 mendatang. Jika mendung tidak menggantung, akan terlihat penampakan Bulan lain dengan biasanya.

Satelit Bumi itu akan nampak lebih besar. Di malam itu, Bulan akan berada dalam jarak terdekat dengan Bumi sejak tahun 1993, 18 tahun yang lalu. Fenomena ini disebut ‘lunar perigee’. Sementara, ada astrolog yang menyebutnya ‘SuperMoon’.

Penampakan Bulan malam itu akan sangat menarik untuk difoto. Tapi, sejumlah astronom meramalkan, kejadian itu mengkhawatirkan, karena akan mempengaruhi pola iklim di Bumi. Sebagian orang menghubung-hubungkan lunar perigee itu dengan bencana, seperti gempa.

Apa kata ilmuwan? “Tak akan ada gempa bumi atau gunung meletus,” kata Pete Wheeler dari International Centre for Radio Astronomy, seperti dimuat News.com.au, Jumat 4 Maret 2011. “Kalau memang itu terjadi, itu sudah ditakdirkan.”

Kata dia, saat itu, Bumi memang akan mengalami pasang lebih tinggi, dan surut lebih rendah dari biasanya. “Tak ada yang perlu dikhawatirkan,” tambah Wheeler.

Untuk diketahui, sejumlah bencana di Bumi terjadi saat fenomena lunar perigee atau saat jarak antara Bumi dan Bulan dekat. Misalnya, badai New England pada 1938, atau banjir di Lembah Hunter pada 1955.

Meski tidak terjadi dalam periode itu, bencana Siklon Tracy pada 1974 dan badai Katrina pada 2005 juga terkait SuperMoon.

Mengamini pendapat Wheeler, astronom sekaligus dosen, David Reneke mengatakan, terlalu jauh untuk menghubungkan fenomena itu dengan bencana alam. “Kalau mau, Anda bisa saja menghubung-hubungkan hampir semua bencana alam yang terjadi dengan apa yang terlihat di langit malam — komet, planet, matahari,” kata Reneke.

Sementara, ilmuwan Bumi dan Planet dari Adelaide University, Dr Victor Gostin mengatakan, prediksi cuaca, gempa, gunung meletus, dan bencana alam lainnya berdasarkan konfigurasi planet, tidak pernah sukses.

Namun, memang dimungkinkan ada korelasi antara gempa bumi berskala besar di dekat katulistiwa dan Bulan — kala baru, atau purnama.

“Analoginya seperti pasang surut air laut, pergerakan Bumi akibat gravitasi Bulan bisa memicu gempa bumi.”