Hollywood Vs History

Hollywood—sampai detik ini sudah memproduksi sekian banyak film yang diangkat dari kisah nyata. Biografi, peristiwa, sejarah, dll selalu jadi salah satu genre menarik dalam film-film yang lahir dari studio-studio di Los Angeles. Penggemar film-film “true story” pun ngga sedikit. Schindler’s List, Into the Wild, Downfall, Gandhi, Lincoln, The Pianist, Houdini, Unbroken, dan-masih-banyak-lagi merupakan sedikit dari film-film true story besutan Hollywood yang sukses.

Kesuksesan film-film true story ngga hanya terletak di menariknya kisah yang terjadi, tapi juga bagaimana si sutradara mengemas kejadian nyata tersebut menjadi menarik jika dijadikan filmnya. Aktor-aktris pemeran tokoh juga sangat penting. Kemiripan, watak, gerak-gerik, dibuat semirip mungkin dengan tokoh di kisah yang sebenarnya terjadi.

 

Ben Kingsley dalam film “Gandhi (1982)”


Gandhi (1982) salah satu film biografi terbaik, plus, film terbaik Ben Kingsley (menurut saya). Film ini menceritakan perjalanan hidup Mohandas Karamchand Gandhi (Mahatma Gandhi), seorang aktivis, revolusioner, politikus, dan tokoh India. Ben Kingsley, salah satu aktor watak terbaik, memerankan Gandhi dengan sangat apik. Ngga heran, di film ini, Ben Kingsley membesut penghargaan Best Actor di Oscan Award tahun 1983. Selain itu, film Gandhi juga mendapat 7 penghargaan Oscar lainnya di tahun yang sama (1983), serta puluhan penghargaan lainnya.

Daniel Day-Lewis dalam film “Lincoln (2012)”


Film yang menceritakan Abraham Lincoln bukan hanya satu-dua. Sosok Presiden Amerika ke-16 ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, yang tentunya para sutradara-sutradara Hollywood. Salah satu yang terbaik adalah film Lincoln (2012) yang disutradarai oleh Steven Spielberg, sutradara kaliber yang menciptakan Taman Jurrassic. Mata Spielberg tidak salah menunjuk Daniel Day-Lewis sebagai pemeran Abraham Lincoln pada film ini. Pasalnya, film Lincoln versi kali ini memenangkan ratusan awards dari berbagai ajang, termasuk Best Performance by an Actor in a Leading Role oleh Daniel Day-Lewis.

Michelle Williams dalam film “My Week with Marilyn (2011)”


Berbeda dengan Gandhi dan Lincoln, film My Week with Marilyn (2011) bukanlah film biografi yang bercerita tentang selebritis paling glamor di jamannya itu. Film ini berkisah mengenai seorang pemuda bernama Collin clark (Eddie Redmayne) yang merupakan penggemar film. Secara keseluruhan, film ini bercerita mengenai keseruan Collin yang dapat bertemu dengan Marilyn Monroe, idola siapapun ketika itu. Terlepas dari bukan film biografi, Michelle Williams memerankan sosok Marilyn dengan sangat baik. Berbagai pujian dan penghargaan diraihnya dari film ini.

Benicio Del Toro dalam film “Che (2008)”


Film Che (2008) yang diperankan oleh Benicio Del Toro merupakan salah satu film tentang Che Guevara yang (menurut saya) paling baik, selain film The Motorcylce Diaries. Aktor senior yang pernah bermain di film Usual Suspect dan Fear and Loathing in Las Vegas ini berhasil membawa penonton menyelami karakter Che Guevara dengan sosoknya yang tegas, keras, dan pemberani.

Aaron Taylor-Johnson dalam film “Nowhere Boy (2009)”


John Lennon! Salah satu musisi terbaik dunia, legenda pencetus band legendaris sepanjang masa. Siapa yang tidak mengenal John Lennon? Tapi, apakah semua tahu seperti apa kehidupan John sebelum menjadi musisi legendaris? Sebelum menjadi anggota The Beatles? Saat John masih murid sekolah yang hobi bikin onar?
Aaron Taylor-Johnson memerankan itu, sosok John Lennon muda. Dengan logat scouser serta perawakan yang sangat mirip dengan John Lennon, Aaron Taylor-Johnson berhasil memikat perhatian siapapun yang menonton Nowhere Boy (2009).

Adrien Brody dalam film “Houdini (2014)”


Harry Houdini, seorang escapologist yang sangat terkenal di era 1920-an. Memulai karirnya sebagai pesulap jalanan, yang membawanya sebagai pesulap terbesar abad 20. Sayangnya harus meninggal pada usia 52 akibat sebuah kecelakaan. Film Houdini (2014) yang merupakan serial televisi dengan dua part ini dibuat untuk mengenang kehebatan dan masa-masa keemasan Houdini. Adrien Brody yang selalu sukses dengan peran-peran sebelumnya berhasil membuktikan bahwa dirinya memang aktor segala-bisa pada film ini.

Eddie Redmayne & Felicity Jones dalam film “The Theory of Everything (2014)”


Satu-satunya piala Oscar Award pada film ini dibawa pulang oleh Eddie Redmayne. Jangan heran, karena di dalam film The Theory of Everything (2014) Eddie memerankan Stephen Hawking dengan sangat brilian!Sangat tidak mudah memerankan sosok Hawking yang mengalami kelumpuhan hampir total sekaligus sosok yang sangat jenius ini. Kemiripan kedua orang ini bisa saya katakan hampir mendekati identik. Sangat wajar jika piala yang sangat bergengsi tersebut sekarang nangkring manis di lemari rumahnya.

Gary Oldman dalam film “Sid & Nancy (1986)”


Aktor spesialis karakter di Hollywood memang tidak banyak. Tingkat kesulitan menjadi karakter yang berbeda-beda membutuhkan bakat khusus untuk menjalaninya. Salah satu yang berhasil adalah Gary Oldman. Tokoh-tokoh yang diperankannya selalu beragam, baik penampilan, maupun sifat dan karakter. Sebut saja Sirius Black dalam Harry Potter, atau Gordon dalam The Dark Knight, berhasil diperankan dengan sangat baik oleh Oldman. Salah satu yang terbaik adalah ketika dirinya memerankan tokoh Sid Vicious, seorang bassist dari band punk legendaris asal Inggris; Sex Pistols.
Film Sid & Nancy (1986) bercerita mengenai kehidupan Sid Vicious dan pacarnya Nancy Spungen (Chloe Webb). Kehidupan anak punk, obat-obatan, sex bebas, hingga tragedi kematian yang tragis, semua dikemas satu paket di dalam film ini.

Cate Blanchett dalam film “I’m Not There (2007)”


Ada sekira lima atau enam karakter musisi yang diceritakan dalam film ini, dan semuanya memiliki kisah yang berbeda. Salah satu tokoh yang paling menonjol di film ini adalah tokoh Bob Dylan. Seorang musisi folk legenda yang kerap menyerukan seruan-seruan dan kritik sosial dalam lagunya. Cate Blanchett memerankan tokoh Dylan dengan sangat baik. Segala gerak-gerik hingga cara bicara Dylan yang khas, ditirunya dengan sempurna. Dan yang paling hebat lagi, Cate Blanchett adalah seorang perempuan! Tidak heran, berkat perannya ini, Cate diganjar penghargaan aktris terbaik pada Oscar Awards tahun 2008.
I’m Not There (2007) juga diperankan oleh banyak nama-nama berbakat seperti Christian Bale, Richard Gere, dan almarhum Heath Ledger.

Johnny Depp dalam film “Public Enemies (2009)”


Johnny Depp. Siapa tak kenal Depp? Jack Sparrow? Willy Wonka? Sweeney Todd? atau Mad Hatter?
Peran-peran Depp yang seringkali dikritik karena terlalu banyak menggunakan make-up, langsung dipatahkan olehnya dalam film Public Enemies (2009). Johnny Depp kali ini memerankan karakter John Dillinger, seorang gengster terkenal di Amerika pada tahun 1930-an. Depp memainkan karakter antagonis dengan sangat sempurna; kejam, dingin, licik, tetapi murah senyum. Sengaja tampil tanpa make-up, Depp berhasil membungkam para kritikus karena aktingnya kali ini sangat patut diacungi jempol.

Emile Hirsch dalam film “Into the Wild (2007)”


Salah satu film terbaik menurut saya. Kehidupan Chris McCandless dalam melakukan perjalanan menginspirasi banyak orang. Bukan hanya dalam hal traveling, namun juga memaknai kehidupan. Sean Penn, aktor senior Hollywood, membungkus kisah Chris menjadi sangat apik di dalam film Into the Wild (2007). Belum lagi ditambah oleh akting Emile Hirsch yang memerankan Chris McCandless dengan sangat baik. Berkat aktingnya tersebut, Emile membawa Into the Wild menduduki peringkat 160 dari 250 film terbaik versi IMDb.

Jack O’Connell dalam film “Unbroken (2014)”


Yeah Unbroken! Film ini merupakan karya ketiga Angelina Jolie sebagai sutradara profesional. Kisah dalam film Unbroken (2014) diangkat dari perjalanan hidup Louis Zamperini, seorang mantan atlet marathon Amerika dan tentara pada Perang Dunia Kedua. Zamperini sendiri sudah meninggal beberapa bulan sebelum film ini rilis di pasaran. Kisah hidup Zamperini, yang menurut saya sangat spektakuler, diperankan oleh Jack O’Connell, aktor muda berbakat kelahiran Inggris.

Ashton Kutcher dalam film “Jobs (2013)”


Ashton Kutcher, aktor tampan-nan-rupawan yang namanya mulai melonjak sejak bermain di film The Butterfly Effect ini ditunjuk untuk memerankan tokoh Steve Jobs. Steve Jobs sendiri adalah entrepreneur yang digadang-gadang paling kreatif di abad ke-20 ini. Steve Jobs adalah mantan CEO Apple Inc, yang pernah juga menjabat sebagai pejabat eksekutif Pixar Animation Studios. Film Jobs (2013) merupakan serangkaian kisah Steve Jobs mulai dari di-DO dari kampus, sampai menciptakan Apple. Ya, Apple, yang sekarang produknya ada di tangan kalian.

Bruno Ganz dalam film “Downfall (2004)”


Satu lagi film mengenai tokoh sejarah. Kali ini Adolf Hitler, seorang tokoh penting di balik terjadinya Perang Dunia Kedua. Film-film mengenai Hitler atau Nazi tidak terhitung jumlahnya. Angle yang diambil pun bermacam; ada yang dari sisi seorang Yahudi, tentara, anggota partai Nazi, hingga kehidupan pribadi Hitler itu sendiri.
Meski ada puluhan film yang menampilkan sosok Adolf Hitler, contohnya; Hitler: The Rise of Evil (2003), atau Inglourious Basterds (2009), film Downfall (2004) merupakan yang terbaik untuk memerankan Hitler. Aktor senior Bruno Ganz ditunjuk menjadi Hitler pada film ini. Ekspresi, gerak-gerik, serta emosi yang meluap-luap khas The Fuhrer menjadikan dirinya disebut sebagai pemeran Hitler terbaik oleh beberapa kalangan. Downfall bercerita mengenai detik-detik sebelum jatuhnya rezim Nazi di Jerman. Kepanikan warga Jerman, anggota Nazi, Hitler, dan isterinya Eva Braun diceritakan di dalam film ini.

Robert Downey Jr. dalam film “Chaplin (1992)”


Siapa sangka, Robert Downey Jr. yang melekat dengan tokoh Tony Stark di dalam film Iron Man yang khas dengan sikap sombong, arogan, dan jenius ini pernah memerankan tokoh Charlie Chaplin. Ya, Chaplin (1992) merupakan film biografi mengenai Charlie Chaplin, seorang komedian legendaris-sepanjang masa-sangat terkenal-dan sebagainya. Chaplin yang selalu tampil tanpa bicara dalam film-filmnya diperankan dengan sangat baik oleh Robert. Uniknya, film ini bukan bercerita mengenai film-film Charlie Chaplin yang sarat komedi tersebut, namun menceritakan mengenai perjalanan hidup dan kehidupan di balik bedak tebal Charlie Chaplin tersebut.

Morgan Freeman dalam film “Invictus (2009)”


Morgan Freeman memang jarang mendapat porsi sebagai pemeran utama dalam film-filmnya. Tetapi, saya bisa memastikan film-film yang terdapat Morgan Freeman di dalamnya pastilah film yang layak tonton. Sebut saja, The Shawshank Redemption (1994), The Dark Knight (2008), Wanted (2008), dan tentu saja Invictus (2009).
Invictus bercerita mengenai sebuah klub Rugby di Afrika Selatan, yang dipimpin oleh Francois Pienaar (Matt Damon). Morgan Freeman berperan sebagai Nelson Mandela, presiden Afrika Selatan dan revolusioner anti-apartheid. Mandela yang murah senyum, sangat cocok diperankan oleh Morgan Freeman yang hampir tidak pernah lupa melengkungkan bibirnya.

Adrien Brody dalam film “Midnight in Paris (2011)”


Lagi-lagi Adrien Brody, salah satu aktor paling berbakat milik Hollywood (menurut saya). Di film Midnight in Paris(2011), Brody memang bukan menjadi pemeran utama, bahkan bisa dikatakan sebagai figuran yang hanya muncul di beberapa scene saja. Tapi, sosok Brody yang menjelma menjadi Salvador Dali pada film ini mendapat perhatian khusus.
Salvador Dali merupakan salah satu pelukis legendaris asal Spanyol dengan aliran surelialis. Brody yang memang berperawakan kurus cungkring, hampir sulit dibedakan dengan Salvador Dali yang asli, terlebih dengan kumis melengkung sebagai ciri khasnya.

Tom Hanks dalam film “Saving Mr. Banks (2013)”


Aktor senior-serba-bisa, Tom Hanks, kali ini mendapat tantangan untuk memerankan salah satu tokoh paling terkenal di Dunia, Walt Disney. Siapa tidak kenal Disney? Mickey Mouse, Donald Duck, hingga film-film animasi modernnya saat ini, nama Disney selalu tertera di dalamnya.
Di film Saving Mr. Banks (2013), yang lebih menitik-beratkan tentang kisah pengangkatan cerita Mary Poppins ke dalam layar lebar, Tom Hanks berperan dengan sangat baik sebagai Walt Disney. Meskipun saya ngga tahu persis bagaimana karakter Walt Disney, tapi, wajahnya cukup mirip dengan Tom Hanks.

Denzel Washington dalam film “Malcolm X (1992)”


Akting Denzel Washington udah ngga perlu dipertanyakan. Pria yang pernah menyabet dua kali piala Oscar ini ga pernah setengah-setengah dalam memerankan karakter di filmnya, terutama di film Malcolm X. Perawakan yang nyaris sama, bentuk wajah, juga suara yang mirip, membuat Denzel sukses memerankan tokoh Muslim Afrika-Amerika dan aktivis HAM yang memperjuangkan hak-hak masyarakat kulit berwarna ini.

Michael Sheen dalam film “The Damned United (2009)”


Tidak banyak yang tahu siapa itu Brian Clough, terlebih pemerannya Michael Sheen. Tapi, bagi penggemar sepakbola khususnya Liga Inggris, minimal pernah mendengar nama Brian Clough. Clough disebut-sebut pelatih paling berbakat dari tanah Britania. Prestasi puncaknya adalah ketika dirinya menukangi Derby County FC, dan Nottingham Forest FC.
Film ini bercerita mengenai karir Brian Clough yang sukses mengangkat Derby County FC dari peringkat terbawah di divisi terbawah Liga Inggris, hingga peringkat pertama di divisi tertinggi liga Inggris. Sikap arogan Clough, diperankan dengan sangat baik oleh Michael Sheen. Wajahnya juga cukup mirip (menurut saya). Meski kurang terkenal, para pecinta sepakbola wajib menonton film ini.

Johnny Depp dalam film “Ed Wood (1994)”


Sekali lagi saya harus memasukan nama orang ini, Johnny Depp. Depp kali ini berperan sebagai Edward Davis Wood Jr., atau lebih akrab disapa Ed Wood. Seorang sutradara legenda asal Hollywood yang eksis di tahun 50-an. Meski menyandang gelar “legenda”, Ed Wood bukanlah sutradara terbaik Hollywood, bahkan sebaliknya. Ia dijuluki sebagai sutradara terburuk yang pernah dimiliki oleh Hollywood.
Tidak muluk-muluk saya rasa, jika kalian menonton film Ed Wood (1994), maka kalian akan paham mengapa dirinya disebut sebagai sutradara terburuk Hollywood. Dan lagi-lagi, Johnny Depp memerankan karakter Ed Wood dengan sangat ciamik. Film yang sengaja dibuat hitam-putih ini, dibesut oleh Tim Burton, sutradara yang paling sering menukangi film-film Johnny Depp. 

Sumber : Kaskus.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s