Jalan-jalan Ke Desa Mandiri Energi Di Jerman

Jühnde adalah sebuah kota di selatan Kabupaten Göttingen , di Lower Saxony , Jerman .
Baru-baru ini, desa ini kemudian dikenal sebagai “apa yang disebut desa energi bio pertama”di Jerman. Sejak musim gugur 2005, dan pasokan listrik panas untuk desa telah dimanfaatkan sepenuhnya dari produk sampah yang terkumpul dari ladang sekitarnya, dengan memberi mereka ke dalam jenis tanaman biogas-satu

 

Beberapa hal yang menarik dari Juhnde antara lain adalah:

instalasi bio-energy ini mampu menghasilkan listrik 10.000.000 kWh pertahun. Listrik ini tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan penduduk di desa Juhnde, namun juga dijual ke PLN-nya Jerman. Selain itu mereka mengklaim mampu menurunkan emisi gas CO-2 3.300 ton/tahun.
selain listrik instalasi ini juga menghasilkan air panas yang dialirkan ke rumah-rumah penduduk desa sebagai pemanas ruangan. Hal ini dengan memanfaatkan panas yang dihasilkan dari proses menghasilkan listrik. Mungkin ini salah satu hasil ikutan proses tersebut. Jika sebelumnya masyarakat perlu membeli minyak untuk menghidupkan mesin pemanas rumah, kini mereka tdk melakukannya lagi.
berbeda dengan konsep yang biasa diterapkan di Negara berkembang, dimana instalasi dikelola secara bersama-sama oleh penduduk, di Juhnde boleh dikatakan sangat professional layaknya industri dengan tenaga kerja terampil dan peralatan yang moderen serta manajemen profesional. Biaya pembangunannya mencapai 4,3 juta Euro atau setara Rp. 60,2 M. Sepertinganya berasal dari pemerintah daerah. Sebuah nilai yang sebenarnya ‘tdk seberapa’ untuk sebuah negara termasuk Indonesia.
konsep pembuatan program Juhnde sebagai desa bio-energi dilaksanakan bersama-sama dengan penduduk desa. mereka membagikan diri masuk ke dalam devisi-devisi yang masing-masing mempunyai tupoksi yang berbeda. Sehingga masyarakat benar-benar bisa merasa ‘memiliki’ dan merawatnya. Selain itu instalasi ini juga merupakan bentuk kerjasama yg sukses antara pemerintah – perguruan tinggi (uni Goettingen) – industri (listik) dan masyarakat.
kebutuhan kotoran ternak ‘hanya’ berasal dari 9 peternak, namun jumlah ternak sapi perahnya mencapai 500 ekor he he.. Sementara silase dan kayu juga didatangkan dari wilayah tersebut, sehingga masyarakat juga dapat menjual hasil samping pertaniannya ke instalasi tersebut.
jika dibayangkan instalasi bio-energi ini kumuh dan jorok karena berurusan dengan kotoran sapi, Juhnde justru layaknya tempat wisata yang cukup menarik dan nyaman.

 







By kEy_ Posted in green

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s