[Floating City] Hunian Alternatif di Dalam Laut untuk Abad ke-23

Latar Belakang Floating City

Seiring dengan pesatnya kenaikan jumlah penduduk dunia, jumlah daratan di bumi lama kelamaan menjadi “Hutan Beton” oleh banyaknya hunian dan gedung-gedung perkantoran, serta bangunan-bangunan lainnya. Disisi lain, masyarakat dunia sering mengeluhkan sulitnya mendapatkan tempat tinggal yang sesuai dengan budget mengingat jumlah lahan semakin sedikit. Oleh karena itu, munculah ide untuk tinggal di atas air karena lautan menguasaia 70% dari muka bumi. Konsep kota terapung (Floating City) akhirnya ditawarkan menjadi salah satu alternatif ditengah-tengah padatnya penduduk daratan. Floating city diharapkan nantinya akan menjadi hunian modern pada abad ke-23. Saat ini, terdapat 10 Floating City Concept yang ditawarkan. Mari kita lihat satu-persatu.

10 Floating City Concept

1. Embassy of Drowned Nations

Lokasi: Fort Denison, Sydney, Australia

Kota ini dirancang secara khusus bagi penduduk yang kehilangan tempat tinggal karena kenaikan permukaan laut. Kota ini dirancang agar kaki-kakinya menancap lebih dalam kedasar laut ketika permukaan laut naik secara tiba-tiba.

Embassy of Drowned Nations


2. Boston Arcology (BOA)

Lokasi: Boston, Massachusetts, USA

Kota ini dirancang untuk menyediakan lahan yang amat dan kering untuk 15.000 penduduk setelah “post apocalyptic” menyapu bersih kota tersebut. Kota terapung ini akan menyediakan perumahan, hotel, perkantoran, perbelanjaan, museum, dan balai kota.
Kota ini nantinya akan berada di atas platform beton tepat diatas Boston Harbor. tegak lurus muka air, sehingga meminimalisasikan kantong air dari bangunan-bangunan yang sudah ada sebelumnya. Taman langit akan dilokasikan setiap 30 lantai dan berfungsi sebagai tempat kumpul-kumpul.

Boston Arcology

3. Green Float – Botanical City Concept

Lokasi: Jepang

Para ilmuwan Jepang berniat membangun sebuah tower dengan ketinggian 1km dan memiliki lahan pertanian yang vertikal diatas landasan beton (rancangan tower seperti lili di atas air untuk menimalisasi angin topan). Bangunan ini dibuat untuk tahan goncangan, tsunami, gempa bumi, dan petir. Yang unik dari kota ini adalah kotanya terletak di puncak menara, sedangkan tanaman-tanaman terletak disepanjang tinggi menara.

Green Float

4. Lilypad-Green Heaven in the Future

Lokasi: Kota-kota besar seperti London, New York, dan Tokyo
yang paling beresiko terkena dampak kenaikan permukaan air laut sampai 1 m.

Lilypad adalah disain hunian atau “camp pengungsian” seorang arsitek Belgia, Vincent Callebaut. Bangunan ini di disain untuk penduduk yang kotanya akan tersapu air laut, seperti 3 kota diatas (diperkirakan tahun 2100). Disain bangunan terinspirasi oleh Amazonia Victoria Regia Lilypad, dimana setengah bagian bawah bangunan akan ditenggelamkan ke air, setengah bagian atasnya akan dipergunakan untuk menyimpan energi matahari. Satu bangunan lilypad mampu menampung 50.000 penduduk. Bangunan ini disebut juga “kota amfibi” dimana tidak akan ada jalan dan kendaraan didalamnya. Yang ada hanyalah pepohonan dan hunian

Lilypad

5. Harvest City In Haiti

Lokasi: Haiti

Sudah pasti bisa ditebak, kota terapung ini akan dibangun sebagai solusi atas gempa bumi di Haiti, agar mereka bisa memulai kehidupan mereka yang baru disini. Kota ini diarsiteki oleh E. Kevin Schopfer and Tangram 3DS. Kota ini dibuat untuk dihuni oleh 30.000 penduduk, dan dihidupi oleh fasilitas pertanian (2/3) dan indutri lainnya (1/3).
Kota ini berukuran panjang 3.2 km, terbagi kedalam 4 zona yang terhubung oleh sistem penyaliran (seperti kanal). Kota terapung ini akan memiliki sekolah, perkantoran, dan tempat-tempat umum lainnya. Untuk keamanan, kabel-kabel raksasa akan ditancapkan kedasar laut untuk menyangga kota dari terpaan badai atau topan.


6. Floating City di Rusia

Lokasi: Rusia

Kota ini diarsiteki oleh arsitek Rusia, Orzunova Eduardovna. Disebut juga Eco-Techno City. adalah kota super megah berupa menara yang dihuni oleh pulau-pulau kecil buatan manusia. Tempat tinggal utama akan berada pada bagian tengah menara (80 m diatas tanah, tinggi menara 160 m). Menara ini akan memiliki lahan pertanian tiap lantainya, panel surya, dan bahkan pengumpul air hujan. Diluar menara, akn dikelilingi oleh zona rekreasi dan pelayan publik lainnya.

7. Gyre- A Floating City Concept for Modern Human Civilization

Lokasi: Bawah laut

Kota ini di disain oleh Studio Zigloo, dan dinamakan Gyre. Kota ini akan terletak pada kedalam 400 m dibawah air laut. Area yg di cover oleh kota ini mencapai 40x lapangan sepak bola. Kota ini lengkap dengan mall, taman-taman, dan pusat rekreasi. Menariknya, bangunan nya semuanya akan di cover oleh kaca yang sangat tebal dan kuat. Segala kebutuhan energi akan dipasok dari energi matahari, angin, gelombang, dll sehingga energi tsb akan mampu menggerakan generator yang terdapat pada bangunan ini. Kota ini juga memilki tempat penampungan air hujan dan serta memiliki tempat penyimpanan air minum di bagian bawah bangunan.
2 lantai pertama akan digunakan untuk circulasi, tempat kumpul-kumpul, restoran, dan perbankan. Lantai-lantai tengah untuk residen permanen, ahli-ahli kelautan, tamu hotel, dan kru (2000 orang). Sedangkan lantai-lantai terbawah untuk laboratorium riset.

8. Freedom Ship City

Lokasi: Diatas permukaan laut

Tidak ada kapal pesiar yang mampu menandingi kecanggihan Freedom Ship. Bayangkan gedung setinggi 25 lantai (103 m) sepanjang 1,4 km, selebar 221 m mengapung diatas laut???? Kapal ini lebih tinggi daripada panjang lapangan sepakbola dan lebarnya 2x lapangan sepakbola. Kapal ini 4x lebih panjang daripada kapal pesiar terbesar saat ini.
Freedom Ship akan dibangun diatas 520 sel baja yang akan dibaut membentuk base nya. setiap sel nya berdimensi 24 m (tinggi) x 15-30 m (lebar) x 15-37 m (panjang). Diarsiteki oleh Norman Nixon, kapal ini bisa dibuat dalam waktu 3 tahun.
Karena begitu besarnya kapal ini, maka dibutuhkan 100 mesin disel yg bisa membangkitkan 3700 HP. Setiap mesin nya seharga 1jt dolar. Biaya tinggal disini bisa mencapai 1jt dolar.

Freedom Ship City

9. Water-scraper – A Self-Sufficient City at Sea

Lokasi: Dibawah permukaan laut

Coba bayangkan menara (skyscrapers) yang biasanya kita lihat diatas tanah sekarang mengambang di laut??? Bangunan bawah laut ini di disain oleh Sarly Adre Bin Sarkum (Malaysia) dan dirancang untuk menggunakan teknologi ramah lingkungan. Energi akan dibangkitkan dari gelombang, angin, matahari. Kota ini juga akan memproduksi hasil pertanian nya sendiri dengan teknik aquakultur dan hidroponik.
Kota ini bisa mengapung tegak lurus didalam air dikarena menggunakan pemberat bebentuk cumi-cumi yang juga membantu membangkitkan energi kinetik.

Water scrapers

10. Floating City Concept by Ahearn Schopfer Architects

Lokasi: New Orleans, Louisiana, USA

Kota ini didisain untuk tempat tinggal dan perdagangan. Fasilitasnya meliputi 20.000 perumahan (masing-masing 120 m persegi), 3 hotel, 1500 unit kamar, dan 50.000 m persergi pusat perbelanjaan. Terdapat juga 3 kasino, 8000 slot tempat parkir, sekolah, pusat kebudayaan dan fasilitas kesehatan.

Floating City
Spoiler for Floating City:
Spoiler for Floating City:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s